Tata Cara Sholat Dhuha Yang Benar Dan Bacaan Doanya

Advertisement
Advertisement
Tata Cara Sholat Dhuha Yang Benar Dan Bacaan Doanya - Sholat dhuha adalah salah satu jenis ibadah sunnah yang di kerjakan pada pagi hari setelah terbitnya matahari sampat menjelang datangnya waktu dzuhur, keluar dari waktu tersebut maka tidak bisa di katakan lagi sebagai sholat dhuha, sebab waktu tersebut menjadi salah satu dari syarat syahnya sholat tersebut.

Bagi kebanyakan umat muslim, sholat dhuha ini termasuk sholat sunnah yang selalu mereka kerjakan setiap harinya bahkan ada di antara mereka yang merasa menyesal jika tertinggal satu hari saja, mengingat begitu besarnya keutamaa dan faedah dari sholat tersebut seperti di antaranya di bukakannya pintu rezeki, akan dicukupi urusan di akhir siang serta bisa mendapat pahala haji dan umrah yang sempurna sebagai mana yang di katakan dalam sebuah hadist yang di riwayatkan dari tirmidzi.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; "Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna". (HR. Tirmidzi).

Tata Cara Sholat Dhuha Yang Benar Dan Bacaan Doanya

Maka dari itu tidak heran jika kebanyakan umat muslim terutama mereka yang tahu dengan keistimewaan sholat dhuha ini selalu menyempatkan waktu untuk melaksanakannya. Dengan begitu alangkah baiknya jika kita pun ikut serta dan mulai untuk melaksanakan sholat ini. Bagi kalian yang masih bingung dengan tata cara sholat dhuha bisa langsung di simak di bawah ini.

1. Niat sholat dhuha

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحَى رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATADH DHUHAA ROK'ATAINI LILLAAHI TA'AALA

Artinya : Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah Ta'ala

Bacaan niat ini harus di baca saat takhbirotul ikhram, serta di ucapkannya di dalam hati.

2. Takhbirotul ikhram yaitu mengangkat kedua tangan sampai bahu sambil mengucapkan lafadz allohuakhbar. di sini niat di hadirkan di dalam hati.

3. Membaca doa iftitah, namun ini hukumnya sunnah, meski di tinggalkanpun tidak membatalkan sholat tetapi alangkah baiknya jika di baca

Bacaan Doa Iftitah

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.

Artinya : Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).

4. Membaca surat fatihah dari awal sampai akhir, dan ini tidak boleh di tinggalkan karena termasuk rukun dari sholat.

5. Membaca salah surat dari al-quran, boleh yang panjang atau yang pendek namun lebih di utamakan untuk membaca surat Asy-Syam pada rakaat pertama dan rakaat kedua surat Al Lail.

5. Ruku sambil

6. i'itidal atau berdiri dari ruku

7. Sujud

8. Duduk di antara 2 sujud

9. sujud lagi

10. Berdiri untuk melakukan rakaat kedua dan untuk tata caranya sama sepeti yang pertama yang di tutup dengan tahiyyat kemudian salam.

Setelah selesai mengerjakannya, sangat di anjurkan untuk membaca doa setelah sholat dhuha yang menjadi salah satu sarana untuk memohon segala sesuatu kepada sang maha kuasa, dan doa ini menjadi suatu bukti bahwa kita sebagi hambanya tiada daya upaya. Dan berikut adalah doanya.

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.

Artinya : “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Advertisement